Sejarah Singkat
Bermula
dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang
digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell
dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.
Kemudian pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai
terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat
yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses
berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka
untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada
sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau
perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses
TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi
yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika,
U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk
mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga
membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan
nama ARPANET.
Klasifikasi
1.
Berdasarkan geografis
a.
Local Area
Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau
tempat yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer. LAN seringkali
digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation)
dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai
bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling
bertukar informasi.
b.
Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang
cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer. Kabel transmisi
yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic).
c.
Wide Area Network (WAN)
Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi,
antar negara, bahkan antar benua. Jaraknya bisa mencakup
seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia,
atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh
dunia. Media
transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang
mengandalkan koneksi serat optik antar negara.
2.
Berdasarkan fungsi
- Jaringan
Client-server
Pada ddasaranya
ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari
komputer lainnya yang sebagai klien (client). Semua
permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer
peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya. Apabila
komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari
satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database
server dan sebagainya. Tentu saja konfigurasi komputer peladen
biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori,
kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan
prosessornya
- Jaringan
Peer-to-peer
Ditunjukkan
dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat
meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus
siap melayani permintaan dari komputer lainnya. Model jaringan ini
biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak,
maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer
terlalu banyak.
3.
Berdasarkan topologi
jaringan
a. Topologi bus
![]() |
Merupakan
jenis topologi jaringan yang mana menggunakan kabel tunggal untuk menghubungkan
semua komputer baik server maupun client. Topologi ini bisa dibilang sangat
sederhana, akan tetapi jarang digunakan pada saat sekarang ini karena sering
terjadi eror jika lalu lintas data yang ada sangat padat.
Topologi
bus memiliki karakteristik tersendiri yaitu menggunakan sebuah kabel tunggal yang
terbentang disepanjang jaringan, kabel inilah yang kemudian menjadi backbone
pada jaringan tersebut. Jenis kabel yang biasa digunakan pada topologi bus
adalah coaxial, seluruh perangkat jaringan terhubung dengan kabel ini dengan
menggunakan konektor T. Konektor ini berperan untuk membagi jalur agar
memungkinkan untuk perangkat dapat terhubung pada kabel utama (backbone).
Kelebihan: Menambah
perangkat baru relatif mudah, biaya yang dibutuhkan relatif murah, tidak
membutuhkan hub/switch, terminator kabel tidak membutuhkan daya
Kekurangan: penambahan
perangkat memperlambat jaringan, keamanan lebih rentan, kerusakan pada kabel
utama akan mempengaruhi jaringan
b.
Topologi cincin

Adalah
topologi yang berbentuk rangkaian titik yang masing – masing terhubung ke dua
node lainnya sehingga membentuk rangkaian melingkar seperti cincin. Pada
topologi ring setiap komputer dihubungkan oleh kabel tunggal yang melingkar
melewati setiap komputer, jadi setiap komputer saling terhubung oleh kabel
tersebut. Biasanya kabel yang digunakan pada topologi ring adalah kabel BNC
yang tidak terdapat ujung sehingga tidak membutuhkan terminator.
Untuk
membentuk jaringan cincin, maka setiap sentral perlu dihubungkan seri antara
satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk hubungan loop tertutup. Dalam
sistem topologi jaringan ini, setiap sentral memang dirancang untuk bisa
berinteraksi dengan sentral yang jaraknya berdekatan ataupun berjauhan.
Sehingga topologi ring ini memang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan
switching ke segala arah workstation.
Kelebihan: Mudah dalam
penyusunan, performa relatif lebih baik dari topologi bus, penggunaan kabel
cukup hemat, aliran data lebih cepat, dll
Kekurangan: Jika terdapat
kerusakan di satu node maka hal tersebut akan menganggu seluruh jaringan yang
ada, Pengembangan jaringan dirasa kurang fleksibel, Sinyal akan semakin melemah
jika jarak yang ditempuh semakin jauh, dll
c.
Topologi bintang
![]() |
Merupakan
topologi yang paling sering digunakan untuk merancang jaringan pada saat ini.
Topologi ini mempunyai ciri, yaitu adanya switch atau hub yang menghubungkan ke
setiap komputer baik server maupun client. Topologi jaringan star mempunyai
ciri fisik yang paling mudah dikenali yaitu adanya switch atau hub sebagai
kontrol terpusat dalam jaringan, selain itu Topologi star juga menggunakan
kabel UTP dan konektor RJ 45 sebagai media transmisinya.
Yang
dimaksud dengan topologi star ialah dimana seluruh komputer saling terhubung
melalui sebuah perangkat pusat. Pada topologi star seluruh data yang terkirim
dari suatu komputer ke komputer lain harus melalui perangkat pusat terlebih
dahulu. Perangkat pusat tersebut berupa perangkat jaringan seperti hub, switch
atau komputer. Fungsi utama dari perangkat pusat ini ialah mengelola dan
mengendalikan semua fungsi pada jaringan, selain itu perangkat pusat juga dapat
berfungsi sebagai repeater untuk aliran data tersebut.
Kelebihan: Pemasangan dan
pengelolaan sangat mudah dan sederhana dari segi fungsionalitas, paket-paket
data tidak mesti membuat jalan melalui berbagai node yang akan memastikan
transfer data dengan cepat, setiap masalah dalam satu node tidak mengganggu
kinerja node lain dalam jaringan, dll
Kekurangan: sangat
bergantung pada fungsi hub pusat, membutuhkan lebih banyak kabel, Jika salah
satu simpul banyak memanfaatkan porsi pengolahan kemampuan yang signifikan dari
hub pusat, akan mempengaruhi kinerja node lain, dll
d.
Topologi mesh

Topologi
Mesh adalah topologi yang menyerupai jaring jala yang digunakan pada desain
jaringan LAN, Topologi jaringan mesh menggunakan salah satu dari dua pengaturan
koneksi apakah menggunakan mesh penuh maupun mesh parsal. Meskipun topologi
jaringan mesh ini dapat diandalkan, karena inter koneksi namun juga memiliki
redundansi. Pada topologi mesh, setiap perangkat yang ada dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat lainnya dikarenakan perangkat akan saling terhubung
yang dikenal dengan dedicated links. Komunikasi yang terjalin pada topologi
mesh biasanya berjalan cepat dan dapat digunakan untuk membangun jaringan yang
skalanya tidak terlalu besar.
Agar
dapat terhubung dalam jaringan topologi mesh, setiap perangkat perlu dilengkapi
dengan port input/output yang disimbolkan dengan istilah I (input) atau O
(output). Cara kerja topologi mesh ini memang tergolong rumit dan membutuhkan
banyak konektor karena masing-masing perangkat yang ingin terkoneksi harus
memiliki kabel penghubung. Tiap perangkat akan memiliki sebuah mode, yang
berfungsi untuk menerima transmisi data dan sekaligus mengirimkan data
miliknya.
Kelebihan: data tersebut
dapat mengalir lebih cepat sampai tujuan, security dan privacy dapat terjamin
baik, Mudah dalam hal mengidentifikasikan masalah masalah kerusakan yang
terjadi antar jaringan komputer, dll
Kekurangan: Sulit dalam
melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus
terkoneksi langsung, Biaya yang diperlukan untuk perawatan topologi jaringan
ini relatif lebih tinggi, dll
e.
Topologi pohon

Topologi
tree atau sering diistilahkan sebagai topologi pohon adalah topologi jaringan
komputer secara hirarki merupakan kombinasi dari topologi star dan bus. Jadi,
untuk memahami topologi tree, maka perlu untuk memahami mengenai topologi star
dan bus. Topologi star adalah salah satu topologi yang paling sering digunakan
dalam pembangunan jaringan LAN. Dengan satu hub pusat terhubung ke beberapa
komputer.
Cara
kerja dari topologi tree ini adalah dengan membentuk sebuah jaringan yang
memakai sistem pohon bercabang. Di dalam topologi tree ada sistem yang
bertingkat yang dipakai sebagai media interkoneksi antar sentral yang mana
didalam interkoneksi tersebut terdapa hierari yang berbeda. Komputer client ini
dikelompokan dengan memakai topologi star, lalu setiap kelompok topologi star
ini akan saling dikoneksikan dengan memakai metode pada topologi BUS. Dalam
menghubungkan setiap kelompok jaringan star ini memakai HUB yang terhubung
dengan kabel utama yang disebut dengan backbone. Misal data dari kelompok
jaringan 1 akan dihubungkan dengan kelompok jaringan no 2 maka data dari
kelompok jaringan 1 ini akan melewati HUB kemudian akan diteruskan ke backbone
dan menuju kelompok jaringan no 2. Jadi aliran data pada komputer dalam
topologi pohon ini tidak terkirimkan secara langsung melainkan harus melewati
HUB dahulu.
Kelebihan: memungkinkan
untuk memiliki jaringan point to point, memungkinkan beberapa perangkat
jaringan dihubungkan dengan hub pusat, menyediakan cukup ruang untuk ekspansi
jaringan masa depan, dll
Kekurangan: Sulit dalam
melakukan installasi serta konfigurasi dikarenakan setiap komputer harus
terkoneksi langsung, Biaya yang diperlukan untuk perawatan topologi jaringan
ini relatif lebih tinggi, dll


Tidak ada komentar:
Posting Komentar